Home / Industri / Antisipasi Aturan ODOL, SWB Lakukan Pemotongan Truck Secara Bertahap

Antisipasi Aturan ODOL, SWB Lakukan Pemotongan Truck Secara Bertahap

Seputarcilegon.com – Berdasarkan penetapan peraturan kemenhub no 134 tahun 2015 tentang (ODOL), over dimensi dan over louding yang rencana penerapannya sudah mulai berjalan di bulan agustus ini (2018), salah satu perusahaan jasa transportasi Sindu Wahana Berkah (SWB), lakukan pemotongan truck secara bertahap untuk antisipasi revolusi regulasi.

Rudi Hadiyanto marketing perusahaan penyedia jasa transportasi Sindu Wahana Berkah ( SWB), saat di konfirmasi Seputarcilegon.com senin (13/8/18) terkait pemotongan Truck- Truck yang sudah sedang di lakukan sejak seminggu yang lalu Mengatakan,

” sebenarnya ada dua point ya, pertama regulasi peraturan, kedua penyesuaian tarip, jadi kita untuk minta penyesuain tarip kalo dasarnya dari ODOL agak masuk akal, sedangkan ODOL ini sendiri tetap berlaku pasti mutlak tinggal toleransi waktunya di kasih berapa bulan, karena jumlah unit kita banyak, jadi pemotongannya juga ga bisa cepet itu revolusinya, tinggal temen-temen kita dari APTRINDO Banten di harapkan bisa memediasi antara User dan penyedia jasa transportasinya.
” ujar rudi

Lebih lanjut Rudi hadiyanto berharap adanya informasi bagus yang di dapat dari pertemuan APTRINDO dan Kementrian di jakarta pada hari ini,

” Harapan kita bisa memberi toleransi terkait ODOL secara proporsional prosentasinya dari pihak pemerintah, ya mungkin ukurannya di lebihin. kenapa? minta toleransi prosentasi tinggi supaya pada saat nego sama user itu tidak memberatkan dia juga.”

Masih dalam ruangan yang sama, Ir.Muchlis selaku Owner Sindu Wahana Berkah (SWB) menegaskan,

” jika memungkinkan agar pihak pemerintah meninjau kembali ketentuan JBI/JBB yang masih di berlakukan sekarang, tentunya dengan mempertimbangkan aspek kemajuan tehnologi kendaraan TRUCK dan kelas jalan, ini jauh lebih penting. dan pemerintah tidak sekedar “Latah” dalam menerapkan peraturan ini,
Harus jelas dan tegas mekanisme penerapannya, jangan sampai kita sudah potong-potong dimensinya , ternyata masih ada truck-truck berkeliaran di jalan dengan dimensi yang tidak jelas, itukan tidak affair.” tegas muchlis. (wawan)