Home / Cilegon / Terkait Perda No. 2 Tahun 2003, Tim Gabungan Akan Rutin Lakukan Monitor Tempat Hiburan Dikota Cilegon

Terkait Perda No. 2 Tahun 2003, Tim Gabungan Akan Rutin Lakukan Monitor Tempat Hiburan Dikota Cilegon

Foto Profile : 208 Botol Miras Hasil Sitaan

CILEGON (CSC) – Tim Razia “Gabungan” yang terdiri dari Satpol-PP, TNI, Polisi, Dinas Sosial, Kesbangpol Kota Cilegon dan pihak terkait lainnya, melakukan monitoring seluruh tempat hiburan di Kota Cilegon, Rabu (25/1/2018) malam. Alhasil, tempat hiburan malam bisa mematuhi perda tersebut.

Dimana berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2003 tentang Perizinan Penyelenggaraan Hiburan tersebut jelas menyebutkan bahwa hiburan malam wajib tutup tepat pukul 00.00 WIB.

“Kita monitoring dengan tim gabungan, supaya pihak pengelola patuh dalam aturan perda seperti jam tayang dan lain sebagainya. Ternyata setelah dimonitoring hanya ada beberapa saja tempat hiburan yang masih melanggar dan hasil monitoring pun kita berhasil menyita minuman keras (miras) sebanyak 208 botol, ujar Kepala Satpol-PP Kota Cilegon, Juhadi M Syukur, Kamis (26/1/2018).

LanjutnTandasnya.(Dam_Iraz/M)ya, jika pihak pengelola tempat hiburan masih ada yang membandel dan membuka usahanya atau tidak sesuai dengan aturan Perda No.2 Tahun 2003 pihaknya langsung akan lakukan teguran hingga peringatan sampai tiga kali dan dengan segera akan kita tutup.

“Tadi malam pun langsung kita tutup. Pengunjung kita bubarkan kemudian kita suruh keluar. Sebelumnya kita peringatkan dulu dengan baik-baik. Kita minta saling menghargai, kita sebagai penegak perda, pengunjung juga harus menghargai sesuai dengan perda alias supaya patuh terhadap perda tersebut” jelasnya.

Dia menyatakan monitoring itu akan dilakukan secara berkelanjutan. Pihaknya juga tidak segan-segan memberikan sanksi tegas terhadap pengusaha hiburan malam bila masih membandel.

“Monitoring (Razia) ini akan terus kita lakukan selama lima kali dalam sebulan, saya akan turun langsung ke lapangan. Tapi anggota tiap malam selalu monitoring. Memantau saja masih ada indikasi yang buka atau tidak. Nanti kita evaluasi hasil monitoring itu. Kalau masih buka juga nanti kita turun lagi,” Terangnya.

Ia menyatakan, pihaknya selalu melaporkan hasil monitoring tersebut ke dinas terkait dan Plt. Walikota Cilegon.

“Jika terus membandel dan tetap buka, kita punya pimpinan, kita laporkan. Nanti yang memberikan sanksi apakah satpol-PP atau dinas terkait. Kalau Satpol-PP sih bekerja sesuai dengan Perda, kita sudah laksanakan dan akan rutin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam monitoring tempat hiburan ini, pihaknya melakukan razia hingga ke seluruh wilayah kota cilegon, Tandasnya.(Dam_Iraz/M)

Baca juga

PT. PDSU Undur Pertemuan dengan Warga Tegal Buntu

Seputarcilegon.com – Sengketa Tanah Antara PT Permata Dunia Sukses Utama(PDSU) dengan Masyarakat Tegal Buntu Randakari-Ciwandan …