Home / Cilegon / PT. PDSU Undur Pertemuan dengan Warga Tegal Buntu

PT. PDSU Undur Pertemuan dengan Warga Tegal Buntu

Seputarcilegon.com – Sengketa Tanah Antara PT Permata Dunia Sukses Utama(PDSU) dengan Masyarakat Tegal Buntu Randakari-Ciwandan Selama Belasan Tahun Belum Terselesaikan, Hingga Pada Hari Rabu 29 Agustus 2018 DPRD Kota Cilegon Memanggil Kedua Belah Pihak Untuk Dilakukan Dengar Pendapat.

Tetapi atas Alasan Waktu Bersamaan Dengan Agenda Perusahaan yang Tidak Dapat di Tinggalkan Sehingga Pihak PT. PDSU tidak dapat Menghadiri Dengar Pendapat Tersebut, dan Berkirim Surat Untuk Menunda Pertemuan Hingga Tanggal 12 September 2018 Mendatang.

Akhirnya Lembaga Swadaya Masyarakat Banten Monitoring Perindustrian dan Perdagangan (LSM-BMPP) yang di berikan Kuasa Oleh Masyarakat untuk dapat Menyelesaikan Permasalahan tersebut hanya Menyampaikan Keluhan Sekaligus Keinginan Warga.

Kepada Komisi II, Rafiq Satu dari Perwakilan Warga Menyampaikan, Pihaknya Meminta Pertanggung Jawaban dari PT. PDSU karena Selama Belasan Tahun Lahan Tanah dan Bangunan Warga Tidak dapat di Gunakan, Lokasi Tepat di Belakang Perusahaan.

“Sejak pabrik gula tersebut didirikan dilahan tersebut, kami warga tidak dapat menggarap dan menempati lahan dan bangunan milik kami, akibat tergenang air sehingga lahan kami menjadi rawa, kalau sebelumnya kita dapat bercocok tanam dilahan tersebut,” Ucap rafiq.

Selanjutnya rafiq juga Mengaku, Sebelumnya Pihak Warga Berupaya Melakukan Mediasi Hingga Aksi Warga Namun PT PDSU Selalu Mengingkari Janjinya.

“Tahun 2015, Walikota Cilegon telah memberikan anjuran untuk melakukan pembebasan tanah, namun hal itu tidak dilakukan, malah memagar lahan kami, sekarang ini (2018), warga akan menuntut PDSU untuk membawakan tanah dengan harga Lahan tanpa bangunan 1.5 juta per-Meter sedangkan untuk lahan dengan bangunan 5 milyar, hal ini sudah sebanding dengan keuntungan dari produksi perusahan tersebut, dan tidak dapat digunakannya lahan kami selama 15 tahun,” sambung rafiq

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kota Cilegon, Komisi II, Erick Rabi’in seusai pertemuan menuturkan, pihaknya menghargai ketidak hadiran manegement PT. PDSU, akan tetapi pihaknya akan melakukan kordinasi internal, kemudian melakukan sidak ke perusahaan tersebut.

“Kita hargai keputusan PT. PDSU yang mana menunda panggilan sampai tanggal 12 September, karna hal yang tidak bisa ditinggalkan, kita juga telah menerima pengaduan warga, dimana sikap kita kita akan melakukan rapat internal, dan melakukan sidak, sidak bisa dilakukan sebelum tanggal 12 atau sesudah tanggal 12,” tuturnya

Erick menjelaskan, Komisi II akan Mendatangi Perusahaan Gula tersebut Jika Pada Waktu yang di tetapkan Top Management PDSU tidak hadir Kembali,

“Jika tanggal 12 September , PT.PDSU tidak kembali hadir, maka kami lah yang akan mendatangi perusahan tersebut, karna berdasarkan penjelasan masyarakat , PDSU sudah mengkebiri hak-hak warga yang memiliki lahan, dengan tidak menggubris hak-haknya, dan harapan saya PT. PDSU dapat memenuhi tuntutan warga,” jelas Erick

Sementara itu, Ketua Umum LSM-BMPP, Deni Juweni, menegaskan, dengan ketidak hadiran managemen PT. PDSU, sama saja dengan tidak menghormati DPRD kota Cilegon.

“Sikap PDSU tidak hadir dalam panggilan dewan, ini sudah sama dengan mengulur-ngulur waktu, warga sudah sangat lama di Dzalimi, ini malah mengulur-ngulur waktu, sikap kami dengan keadaan ini, LSM-BMPP dan warga akan menggeruduk PT. PDSU dengan jumlah masa yang sangat banyak,” tegas pria yang akrab disapa kang Jen. (One)

Baca juga

Bawaslu Kota Cilegon Loloskan Bacaleg Partai Demokrat

Seputarcilegon.Com – Sidang ajudikasi Putusan penyelesaian sengketa proses pemilu tahun 2019 Oleh BAWASLU kota cilegon, …