Home / Cilegon / Agus Dian Riadi “Debitur” : Sangat Kecewa Dengan System Bank BRI, Dua Sertifikat Tanah Minta Dikembalikan

Agus Dian Riadi “Debitur” : Sangat Kecewa Dengan System Bank BRI, Dua Sertifikat Tanah Minta Dikembalikan


CSC (CILEGON) – Bank BRI Kantor Cabang Cilegon dituding melakukan proses lelang atas tanah nasabahnya tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Seorang nasabah BRI yang diketahui bernama Agus Dian Riadi itu kini mengancam akan mempolisikan perkara itu jika pihak Bank BRI tidak beritikad baik untuk mengembalikan tanahnya.

Kepada wartawan seputarcilegon.com, Agus Dian Riadi menuturkan awalnya ia melakukan peminjaman modal kepada Bank BRI Cabang Cilegon sebesar Rp. 200 juta dengan menjaminkan tiga sertifikat tanah orang tuanya atas nama Hj Asnayati seluas 290 m, 400 m, dan 460 m.

Kemudian saat usahanya sedang goyang ia mengakui adanya kredit macet selama enam bulan dengan sisa pinjaman dari Rp 200 juta sebesar Rp. 80 juta. Ia menyayangkan tanahnya di lelang oleh pihak Bank BRI tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, kata dia hingga saat ini belum pernah ada surat pemberitahuan yang ia terima.


“Tanah saya itu sudah ditawar orang 500 juta rupiah tapi tidak saya jual, nah ini hanya karena ada sisa pinjaman modal 80 juta rupiah dilelang kepada pihak lain. Kedatangan saya kesini untuk menebus tanah saya itu, saya sudah membawa uang pokoknya berikut bunga,” katanya saat ditemui di Kantor Bank BRI Cabang Cilegon, Senin (13/11/17).

Dijelaskannya dari tiga sertifikat tanah, pihak BRI hanya mengembalikan satu sertifikat seluas 460 m yang berada dibagian belakang. Berikut uang sisa lelang sekira Rp 13 juta. Agus menolak karena ia ingin menebus kembali seluruh tanahnya karena ia menganggap lelang tersebut cacat hukum dan tidak sah.

“Pemenang lelang tanah saya itu sudah saya telpon katanya dia membayar sebesar Rp 140 juta. Saya siap menebusnya tapi kata dia tidak bisa karena ini menyangkut orang banyak. Nah itu maksudnya orang banyak apa,” ucapnya.

Sementara itu, Pemimpin BRI Kanca Cilegon Bimma Ramadewa mengungkapkan kasus lelang tersebut terjadi pada tahun 2016 lalu. Sedangkan ia baru bertugas di Cilegon tahun 2017 ini. Ia mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut. Namun demikian ia menyerahkan kasus tersebut agar ditangani oleh kuasa hukum dari pihak BRI.

“Intinya bahwa lelang itu semua sudah ada suatu dialog antara nasbah dan bank. Bisa melalui sp (surat peringatan) 1, 2, dan 3 yang isinya ajakan nasabah hendak menyelesaikan atau tidak. Jika tidak ada itikad kita lelang, sebelum lelang telah ada dialog melalui pesan singkat WhatsApp kepada nasabah itu,” Terangnya.

Ditempat terpisah, Ketua LSM Badan Monitoring Perindustrian dan Perdagangan (BMPP) Kota Cilegon Juweni mengaku akan mengawal sampai tuntas persoalan tersebut agar pemilik tanah dapat memiliki kembali tanahnya setelah membayar tunggakan pokok dan bunganya. “Kalau tidak tuntas akan kita demo Bank BRI dengan jumlah massa 500 orang,” Ujarnya. (Madsari)

Baca juga

Ketum BMPP Minta Tindak Tegas Debt Collector Nakal

Cilegon – Salah seorang warga Cilegon, Fandi Hermawan (26) mengadukan tindakan tidak adil dari Debt …