Home / Berita Utama / Peristiwa / Dokter RSUD Cilegon, Hampir Pukul Keluarga Pasien

Dokter RSUD Cilegon, Hampir Pukul Keluarga Pasien

seputar Cilegon.com – Jum’at (21/12/18), Sekitar pukul 20.00 Wib, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon, dikerumuni keluarga pasien dan masyarakat sekitar, hal ini disebabkan keributan yang terjadi dari ruang gawat darurat di rumah sakit tersebut.

Informasi yang diterima seputar Cilegon, keributan tersebut lantaran salah seorang dari kecamatan Purwakarta yang mengantarkan keluarganya ke rumah sakit tersebut, hampir terkena pukulan oleh salah seorang dokter jaga ruang gawat darurat.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian dari polres cilegon, nampak berjaga, agar keadaan rumah sakit tetap aman dan pasien didalamnya tidak terganggu.

Ditemui keluarga pasien Iwan, Menjelaskan, Ia hampir terpukul oleh dokter yang bernama Imanuel, yang disebabkan cekcok mulut, lantaran sudah hampir setengah jam keluarganya tidak tolong.

“Awalnya saya bawa keluarga saya yang sudah dalam keadaan pingsan ke ruang gawat darurat, RSUD Pangurawi, sesampainya di rumah bukan keluarga saya ini di tolong, malah perawat di sana nanya-nanya obat, dan lain-lain, hampai akhirnya saya meminta cepat ditolong, tetapi saya di pinta kartu indentitas, tetapi kartu indentitas itu diambil dengan tidak baik, sehingga saya marah, dan disaat ini salah seorang dokter yang diketahui bernama Imanuel, mengatakan saya dokter, dan saya tidak mau berdebat di dalam ruangan, saya dan dokter keluar, dalam perjalanan keluar tiba-tiba dokter memeluk saya, namun dikarenakan salah seorang teman saya menarik saya, akhirnya tangan dokter mengenai tembok,” jelas Iwan dihalaman ruang Gawat Darurat.

Atas Kejadian tersebut, Iwan mengaku, pihaknya akan melaporkan dokter Imanuel kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cilegon, dan melanjutkan keproses hukum.

“Agar tidak terulang, kepada warga lain, saya akan laporkan persoalan ini kepada IDI Kota Cilegon dan pihak berwajib, atas perlakuan dokter yang kurang baik tersebut,” akunya

Sementara itu, dokter yang diduga melakukan pemukulan, Imanuel, saat akan dimintai keterangan dikabarkan sudah tidak ada dirumah sakit.

Melalui sambungan telepon, Direktur RSUD Cilegon, dr Zainoel Arifin. Mengatakan, belum mengetahui kejadian tersebut, sehingga ia tidak dapat memberikan keterangan apa-apa

“Langsung aja ke rumah sakit, saya sedang dianyer, saya belum tau kejadiannya,” katanya

Dari keterangan pihak kepolisian yang berada di RSUD, bahwa pihak kepolisian belum melakukan langkah apapun, hanya sekedar pengamanan wilayah RSUD, hal ini dikarenakan belum mendapatkan keterangan lengkap dari kedua belah pihak.

“Kami hanya mengamankan rumah sakit saja, karna kita belum mendapatkan keterangan dari kedua belah pihak, apalagi dokter yang bersangkutan tidak ada,” terang salah seorang polisi.(Dewan)

Baca juga

PDSU Ingkari Janji, Warga Meminta Management Tarik Paksa

seputarcilegon.com – setelah meminta penundaan hearing Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, pada 29 …