Home / Berita Utama / Pemkot Cilegon Harus Untung, Terkait PT.PCM Bekerjasama Dengan PT. TIK

Pemkot Cilegon Harus Untung, Terkait PT.PCM Bekerjasama Dengan PT. TIK


SeputarCilegon.com – Rencana kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cilegon PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dengan PT Tirta Indah Kencana (TIK) mendekati kenyataan.

Kabarnya, perusahaan milik Pemerintah Kota Cilegon dan perusahaan jasa kargo asal Surabaya tersebut akan bekerja sama membangun Terminal Laut Warnasari. Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi meminta agar kerja sama yang dilakukan pihak PT PCM dengan PT TIK, dapat memberi keuntungan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Oleh karena itu, dia meminta agar unsurnya dan pihak PT Pelabuhan Cilegon Mandiri dapat mengkaji secara akurat, terkait studi kelayakan bisnis yang diajukan pihak PT TIK dalam kerja bisnis tersebut. Ia mengatakan, komposisi ekuitas saham yang tertera dalam studi kelayakan bisnis PT TIK bukan persoalan mendasar bagi Pemkot Cilegon.

Akan tetapi, secara kerja sama yang dibangun melalui kerja sama tersebut harus dapat memberikan keuntungan bagi Pemkot Cilegon ketika terminal laut tersebut beroperasi.”Target pembangunan terminal itu setahun delapan bulan, dia sudah harus beroperasi. Dalam operasional tahun pertama investor bisa bilang belum untung. Akan tetapi, walaupun satu tahun beroperasi dan investor belum untung, tapi kami harus ada pemasukan PAD. Mau itu masuk Rp 25 miliar atau berapa, harus ada PAD,” katanya, Kamis (26/1/17). Ia menuturkan, pihak PT PCM harus dapat memanfaatkan sisi bisnis lain dari pengelolaan lahan 25 hektare yang dikerjasamakan, agar Pemkot Cilegon mendapat keuntungan.

Salah satunya, menyewakan lahan kepada pihak ketiga agar mendatangkan keuntungan ketika terminal laut tersebut beroperasi. “Ada sistem sewa lahan secara jangka panjang, itu yang saya minta dikaji. Mana yang menguntungkan, jika persentase sistem sewa, dia (PT TIK) kena persentase terhadap PAD kami. Karena, ketika aset ini dialihkan ke PCM, PCM punya kewajiban untuk memberikan pengolahan lahan itu kepada pemda. Kami kan tidak mau rugi, kerja sama harus untung,” ujarnya. Oleh karena itu, dia berharap, agar pengkajian tersebut dapat dilakukan dengan komprehensif.

Selain agar kerja sama tersebut dapat dengan cepat dibentuk, pembangunan terminal juga dapat segera terealisasi. “Semua berjalan, feseability study (FS) lagi jalan. Kami harapkan Januari atau Februari selesai. Jika sudah selesai, tinggal kesepakatan seperti apa kerja samanya, lalu groundbreaking,” ucapnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Sari Suryati mengatakan, FS tersebut sedang dalam pengkajian dan saat ini belum dapat dipublikasikan. Akan tetapi, pihaknya akan memperjuangkan agar kerja sama yang dibangun dapat menguntungkan Pemkot Cilegon.

“Kami belum bisa sampaikan hasil kajian FS PT TIK itu, baru melihat kisi-kisi apa saja yang ditawarkan PT TIK. Kami tadi mengkaji dan mempelajari, bahwa pemerintah harus diuntungkan. Karena, kami memiliki lahan. Adapun hasil, belum dapat kami sampaikan. Hasil review ini akan kami sampaikan ke wali kota dulu,” tuturnya. Ia mengatakan, komposisi dalam FS tersebut sebesar 30 persen kepada pihak PT PCM dan 70 persen saham milik PT TIK, yang masih terus dikaji. Dengan posisi tawar kepemilikan lahan yang dimiliki, pemkot diyakini masih dapat porsi keuntungan ketika dikerjasamakan. “Justru kajian ini, yang ingin kami lihat itu jangan ada yang mengatakan investor rugi. Jika itu kata investor rugi, itu yang kami evaluasi,” katanya. Menurut dia, bisa menguntungkan pemerintah daerah itu yang utama.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Pengembangan Usaha PT PCM, Akmal Firmansyah menuturkan, review FS yang masih dilakukan di internal eksekutif dan PCM. Pihaknya masih belum melibatkan konsultan secara khusus untuk turut membahas wacana kerja sama di luas lahan 25 hektare tersebut. Untuk 25 hektare tersebut juga belum fixed, karena pihaknya akan melihat berapa kargo yang dibawa oleh pihak PT TIK. “Kami akan sesuaikan dengan luas lahan yang menjadi kebutuhan kargo itu,” ujarnya.

Diketahui, pekan lalu Pemkot Cilegon dan pihak PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) menggelar ekspose pemaparan FS, hasil studi kelayakan oleh pihak PT TIK. Dalam pemaparan tersebut, pihak PT TIK menawarkan sejumlah opsi dalam pola kerja sama untuk diketahui juga oleh Pemkot Cilegon. Ada tiga opsi berdasarkan hasil kajian konsultan oleh pihak PT TIK.

Tiga opsi kerja sama hasil studi kelayakan yang mereka ajukan saat ini tinggal menunggu keputusan Pemkot Cilegon. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT TIK, Johny Indra menilai, pembangunan terminal laut saat ini menjadi kebutuhan Kota Cilegon. “Semua sudah kami paparkan, untuk pola kerja samanya, kami serahkan ke pemkot yang menentukan,” tuturnya. (Madsari/Red)

Baca juga

Proyek Pembangunan Gedung BPBD Di Kebut

Seputarcilegon.com – Proyek Pembangunan Gedung BPBD di Lingkungan Kel-Sukmajaya Kec-Jombang yang di Biayai Oleh Anggaran …