Home / Berita Utama / KABID HUMAS POLDA BANTEN:Pemberitaan Kriminalisasi Wartawan Bentuk Komunikasi Terputus

KABID HUMAS POLDA BANTEN:Pemberitaan Kriminalisasi Wartawan Bentuk Komunikasi Terputus

Seputarcilegon.com – Keadatangan Pihak Polda Banten ke Kantor Redaksi Fakta Banten.Co.id , di Jalan Firanha Cilegon, Minggu 29 Juli 2018.
Untuk Memberikan Klarifikasi Pemberitaan yang Berkembang Beberapa Hari Kemarin, Terkait dugaan Kriminalisasi Terhadap Wartawan Asep.

Kabag Pengawas Penyidik Polda Banten AKBP Dadang Herli S, Menyampaikan Bahwa Kriminalisasi Terhadap Wartawan Asep Itu Tidak Benar. ” Kami Mengklarifikasi Pemberitaan yang Berkembang, Bahwa Penyidik Melakukan Pemanggilan Terhadap Saudara Asep Selaku Wartawan, Padahal yang Kita Layangkan Adalah Undangan untuk Pemberian Klarifikasi,Apalagi Ada Pemberitaan Sampai Mengkriminalisasi Jurnalis itu Sangat Jauh Sekali “. Jelasnya.

AKBP Dadang Juga Menerangkan Bahwa Surat yang di Tujukan Kepada Wartawan Asep Tersebut Hanya Merupakan Bentuk Undangan Untuk Memberikan Klarifikasi Atas adanya Dugaan Pelanggaran UU ITE.

” Ada Perbedaan Antara Panggilan dan Undangan dalam Memberikan Klarifikasi. Kalau Panggilan, Maka Kalau Tidak Memenuhi Itu ada Konsekuensi Hukum Pidananya, Penyidik Punya Kewenangan Perintah Apabila dua Kali di Panggil tidak Memenuhi Panggilan. Sedangkan Undangan Untuk Memberikan Klarifikasi, Itu Tidak ada Konsekuensi Hukum Jika yang di Undang Itu Tidak Datang “. Terangnya

Lebih lanjut AKBP Dadang Menambahkan, ” Perbedaan Pemanggilan dan Undangan Klarifikasi, Kalau Panggilan itu Masuk ke ranahnya Penyidikan, Sedangkan yang di Layangkan Oleh Penyidik Adalah Undangan Klarifikasi Merupakan Langkah Penyelidikan. Terus terhadap Posisi Saudara Asep ini
Hanya untuk Memastikan Penyidik, Apakah yang Bersangkutan Betul Wartawan atau Bukan, Terus dari Media Fakta Banten Atau Bukan, Kenapa itu di Perlukan? Karna akan ada Perbedaan Perlakuan Asep secara personality dengan Asep Sebagai seorang Wartawan.Kalau Ternyata Betul dia Memberitakan dalam Posisinya Sebagai Jurnalis, Maka dia Akan di Lindungi Oleh Undang Undang ( UU ) Pers. Sebagai Juga Undang Undang Khusus Sama dengan UU ITE. Jadi Tidak Serta Merta dia Dapat Menjadi Saksi Karena dia di Lindungi Undang Undang, Itulah yang di Butuhkan sehingga Penyidik Tidak Salah Langkah dalam Menentukan atau Menganalisis Perkara itu dan Keduduka Saudara Asep “. Tambahnya

Masih dalam ruangan yang sama, Kabid Humas Polda Banten AKBP Whisnu Caraka Mengatakan, viralnya Pemberitaan Kemarin Merupakan bentuk Komunikasi yang Terputus Antara Pihak Kepolisian dengan Wartawan.

” yang jelas itu bukan Merupakan Pemanggilan, hanya undangan. Jadi Undangan yang di Lakukan Oleh Penyidik dari Krimsus (Kriminal Khusus) itu ada Miskomunikas antara Wartawan dengan Penyidik (Kepolisian). Makanya Kedatangan Kami kesini untuk Menyamakan Persepsi, Apa yang Sebenarnya ingin di Sampaikan. Kedua Kedatangan Kami juga untuk Silaturahmi dengan Wartawan di Cilegon “. Sahutnya

AKBP Whisnu juga Berharap dari Pertemuan tersebut lebih Mendekatkan Hubungan baik antara Polda Banten dengan Wartawan di Banten.

” Harapan Kami ke depan ada Sinergitas yang Mendalam, Bukan hanya pada saat ada Kasus seperti ini saja, tapi Wujudnya dalam bentuk diskusi Itu juga akan Saling Bertukar ilmu Pengetahuan antara Pihak Polisi dengan Wartawan. Bukan hanya Pemberitaan tapi ada diskusi yang lebih Medalam “. Harapnya.(*/Wan)

Baca juga

Ketua PWI Kota Cilegon Besok di Tentukan

CILEGON – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon besok siang, Sabtu (14/7/2018) pada pukul 13:00 …