Home / Berita Utama / HMI Prihatin Angka Pengangguran di Cilegon Tinggi

HMI Prihatin Angka Pengangguran di Cilegon Tinggi


CILEGON, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon prihatin dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) usia 15 tahun ke atas di Banten mencapai 9,55 persen dari 11,956 juta orang jumlah penduduk Banten. Bahkan, untuk di Cilegon jumlahnya melebihi rata-rata Provinsi Banten, yakni mencapai 12 persen jumlah TPT.

Menurut data Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Cilegon, para pencari kerja yang terdaftar mulai Januari hingga Desember 2015 sebanyak 5.947 orang, baik dari laki-laki maupun perempuan. Namun yang telah ditetapkan hanya 2.497 orang.

Tingkat pendidikan dari jenis kelamin dari banyaknya pencari kerja tahun 2015 lalu, tingkat SMA yang paling banyak dengan mencapai angka 3.101 orang untuk laki-laki dan 1.833 wanita. Untuk S1 dari laki-laki sebanyak 256, dan wanita 270.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon Muhamad Amin Fatullah mengaku prihatin terhadap tingginya jumlah pengangguran Kota Cilegon dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten terhitung per Agustus 2015 lalu yang mencapai 12 persen.

“Bagi saya, ini sangat ironis sekali. Sebuah kota industri semestinya rakyat Cilegon bisa menikmati, bisa bekerja di sektor-sektor pendukung industri. Tapi, nyatanya jumlah penganggurannya sangat tinggi, bahkan melebihi jumlah pengangguran provinsi,” katanya

Amin menjelaskan untuk mengatasi persoalan itu perlu ada aturan pemerintah yang mengikat dan menekan perusahaan maupun industri di Cilegon. Supaya dalam rekrutmen tenaga kerja di tempat mereka harus memberikan komitmen tertulis yaitu memberikan prioritas 70 persen bagi tenaga kerja lokal atau SMK dari Cilegon.

“Saya rasa pemerintah cilegon harus tegas terhadap industri- industri yang ada di kota Cilegon agar menurunkan angka pengangguran yang ada di kota cilegon, dengan membuat Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang prioritas 70 persen bagi tenaga kerja lokal,” lanjutnya.

Menurut Amin tingkat investasi dan pembangunan industri di Cilegon ke depan akan meningkat, seiring mulai diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Apabila tidak ada payung hukum kesempatan tenaga kerja lokal di Cilegon akan tergerus.

“Apabila tidak adanya payung hukum kedepan masyarakat cilegon akan menjadi tamu dirumahnya sendiri dan jumlah pengangguranpun bukanya berkurang malah meningkat,” ujarnya

Lebih lanjut, Amin menambahkan jika diberlakukan aturan tersebut maka industri tidak lagi semena-mena dalam melakukan perekrutan, dan bagi pihak pemerintah bisa melakukan pengawalan dan penindakan jika tidak taat pada aturan.

“Contohnya rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel beberapa waktu lalu menimbulkan kegaduhan, perusahaan baja itu dinilai mengesampingkan dan tidak memberikan prioritas terhadap potensi tenaga kerja lokal. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pelatihan dan Penempatan Kerja Mukhibin mengatakan, banyaknya angka pengguran di Cilegon lantaran sumber daya manusia (SDM) yang ada tidak mumpuni sehingga kalah saing dengan tenaga kerja asing yang banyak dipakai oleh perusahaan. Hingga kemarin, jumlah tenaga kerja asing yang ada di Cilegon sebanyak 1.308 orang‎, sedangkan pada 2015 sebanyak 1.200 orang.
   
“Faktor lain banyaknya pengangguran, karena banyak perusahaan yang tidak memberikan informasi bahwa sedang ada penerimaan pekerja. Sebetulnya ada sanksi penutupan terhadap perusahaan yang tidak memberikan informasi ada lowongan pekerjaan di perusahaannya, tapi itu terlalu berat,” katanya.

Mukhibin mengakui, jika serapan tenaga kerja yang ada di Cilegon tidak sebanding dengan banyaknya jumlah pencari kerja. Namun, pihaknya terus melakukan upaya agar para pencari kerja ini mempunyai kemampuan, sehingga bisa bersaing dengan para tenaga asing, seperti memberikan pelatihan.

“Tidak sebanding antara pencari kerja dan jumlah lowongan yang ada, karena perusahaan di kita padat modal bukan padat karya. Yang namanya latihan paling sebulan dua bulan, tapi pembentukan mental yang lebih penting. Makanya kita minta bantuan kepada Dinas Pendidikan untuk membentuk karakter dan mental pelajar,”tandasnya. (Asep)

Baca juga

Ketua PWI Kota Cilegon Besok di Tentukan

CILEGON – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon besok siang, Sabtu (14/7/2018) pada pukul 13:00 …