Home / Banten / Sandar Tak Berijin, PT.Nugra Santana “PT.Adiguna” Usir Aktifitas Tongkang Dan Usir Kapal Jemla “Mufida Makasar”.

Sandar Tak Berijin, PT.Nugra Santana “PT.Adiguna” Usir Aktifitas Tongkang Dan Usir Kapal Jemla “Mufida Makasar”.

SERANG (CSC) – Pihak PT. Nugra Sentana hari ini gelar aksi sterilisasi Terkait dengan aktifitas bongkar muat barang secara ilegal di lahan kuasa milik PT. Nugra Santana yg berlokasi di desa Pulo Ampel Kabupaten Serang Banten, Minggu (16/7/2017).

Bahwa setelah komunikasi pada jumat malam (14/7/2017) dengan pihak polres Cilegon,di sampaikan oleh kasat intel polres Cilegon bahwa para pihak akan di pertemukan pada hari sabtu pagi (15/7/2017).

Pihak Polres Cilegon melalui Wakapolres meminta pihak PT.Nugra Santana untuk tidak melakukan pengerahan massa guna menghindari keributan di lapangan. Rencana pertemuan yang rencananya akan di laksanakan pada hari sabtu 15 Juli 2017 tidak ada tindak lanjutnya, hingga sore hari pihak PT.Nugra Santana tidak mendapat kepastian terkait rencana tersebut. 

Pada Hari sabtu,15 Juli 2017 kembali sandar kapal tugboat dan tongkang lainnya di lokasi,sehingga saat ini ada 2 set kapal tongkang di lokasi. kapal tongkang tersebut langsung melakukan aktivitas bongkar muat di lokasi tersebut. Berdasarkan konfirmasi kepada kepala KSOP Abdul Aziz melalui sms lewat Watshap ,bahwa pihak KSOP tidak mengeluarkan izin bongkar muat barang di lokasi tersebut. Aktivitas ilegal tersebut terus berlangsung hingga saat ini. 

Dan saat ini pihak PT. Nugra Santana  melalui kuasa hukumnya Teguh Irfiansyah, SH mendatangi Mapolres Cilegon guna membuat laporan polisi (LP) terkait “perbuatan melawan hukum” tersebut.  Mengingat hal tersebut masuk ke dalam delik umum maka proses Laporan Polisi dapat dilakukan oleh pihak manapun.  Mohon perhatian dan tindak lanjut segera mungkin dari pihak Polres Cilegon, mengingat baru saja terungkap penyelundupan Narkoba jenis sabu seberat 1 Ton di daerah Anyer Provinsi Banten.

Kemudian pihak perwakilan pimpinan PT. Nugra Santana Agus menuturkan Terkait aktifitas bongkar muat ilegal dan tanpa izin di wilayah “tanpa izin pelabuhan” jelas merupakan “PERBUATAN MELAWAN HUKUM” yang dapat di kenai sanksi Pidana,Ujarnya.

Kegiatan sterilisasi terkait aktifitas bongkar muat yang di indikasi ilegal tersebut dimediasi oleh staff HRD PT. Nugra Santana Deni Juweni alias Kang jen. Lebih lanjut hasil mediasi yang kita lakukan ini telah ada kesepakatan bersama antara kedua belah pihak di atas kertas tinta hitam secara tertulis dan resmi demi hukum. 

Lalu fatroji pun berjanji tak akan melakukan aktifitas bongkar muat tersebut serta tongkang yang bersandar dilahan PT. Nugra Santana “PT. Adiguna” akan ditarik keluar dari area sandar, Ucap Fatroji. 
Dan perlu diketahui bahwa 1 kapal Jemla “Mufida” dan 1 tongkang beserta Tugboat yang bersandar tersebut diminta oleh pihak PT. Nugra Santana untuk segera ditarik keluar dari area sandar, siapapun itu pemiliknya ? dan diminta pagar yang dibongkar tersebut segera ditutup kembali, Tegas pihak PT. Nugra Santana.

Perwakilan PT. Nugra Sentana melanjutkan survey Mortir dengan pihak kepolisian yang diduga Mortir tersebut segera disterilkan serta diaman oleh pihak yang berwajib atau pihak terkait demi kenyamanan serta keamanan kita bersama, (Madsari).

Baca juga

Pemkot Cilegon Ajukan Banding, Saat Putusan Sidang Kalah di PN Serang

CILEGON (CSC) – Pemerintah Kota Cilegon sepertinya belum mau menerima kemenangan warga Cikuasa Pantai dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *